Provokasi Perang Nuklir Semakin Kuat, Kepulauan AS Siaga Terapkan Ini...
Pada hari ini kali pertama uji coba sirine itu dilakukan di Hawaii sejak berakhirnya Perang Dingin. Langkah ini dilakukan di tengah ancaman yang terus meningkat dari program rudal dan nuklir Korut.
Kep Hawai sendiri sebenarnya rutin melakukan uji sirine seteiap bulannya, tapi itu adalah sirine untuk bencana alam termasuk tsunami, mengingat Hawai terletak di Samudera Pasiffik.
Tapi sinyal sirine serangan nuklir baru kali ini dilakukan tes dan menggunakan nada yang berbeda dan membingungkan. Bunyi sirine tersebut ditujukkan untuk memperingatkan penduduk dan wisatawan untuk tinggal di dalam rumah dan menunggu instruksi lebih lanjut lagi.
Kepala Badan Manajemen Darurat Hawaii, mengatakan bahwa sangat penting bagi masyarakat untuk memahami arti nada sirine yang berbeda-beda ini.
Korut sejak beberapa bulan terakhir semakin mengintensifkan uji coba rudal balistik. Pada bulan September melakukan uji coba nuklir keenam kalinya.
Militer Korut baru-baru ini juga menguji rudal balistik antarbenua baru yang diklaimnya bisa menyerang di mana saja di daratan AS.
Sejumlah ahli mengatakan Hwasong-15 tampaknya mampu mengangkut hulu ledak nuklir, meskipun tidak jelas apakah Pyongyang belum mampu membuat senjata yang cukup kecil untuk dipasang pada sebuah rudal Nuklir.
Prediksinya sebuah rudal yang diluncurkan dari Korea Utara bisa menyerang Hawaii dalam waktu 20 menit setelah peluncuran Nuklir.
Kep Hawai sendiri merupakan tuan rumah markas militer Amerika Serikat untuk kawasan Asia Pasifik.
Nuklir Rudal balistik antarbenua (ICBM) teranyar yang diluncurkan Korea Utara pada 29 November, diperkirakan oleh para pakar memiliki kapabilitas untuk menjangkau ibu kota Washington DC, AS
Para Pakar menambahkan, misil itu juga diprediksi dapat menjangkau hampir sebagian besar wilayah Amerika Serikat.
Militer Korut menembakkan rudal melambung ke atas langit hingga setinggi 4.500 km dan kemudian mendarat di Laut Jepang, atau sekitar 1.000 km dari titik peluncuran awal nuklir.
"Pada Selama 50 menit, rudal terbang semakin tinggi. Bahkan, lebih tinggi dari rudal-rudal yang sebelumnya sudah mereka lakukan," kata Menteri Pertahanan AS.
Wright menyatana bahwa ICBM Korea Utara teranyar itu mampu menempuh jarak yang lebih jauh jika meluncur dalam jalur lintasan semi-horizontal lurus.
Dan Sementara itu, direktur biro Asia untuk firma konsultan Eurasia Group, sependapat dengan pernyataan Wright in.
"Kalau diluncurkan pada lintasan rata, misil itu bisa menempuh perjalanan hingga mencapai jarak sejauh 13.000 km. Jarak itu cukup untuk mencapai Washington DC," katanya.
Kep Hawai sendiri sebenarnya rutin melakukan uji sirine seteiap bulannya, tapi itu adalah sirine untuk bencana alam termasuk tsunami, mengingat Hawai terletak di Samudera Pasiffik.
Tapi sinyal sirine serangan nuklir baru kali ini dilakukan tes dan menggunakan nada yang berbeda dan membingungkan. Bunyi sirine tersebut ditujukkan untuk memperingatkan penduduk dan wisatawan untuk tinggal di dalam rumah dan menunggu instruksi lebih lanjut lagi.
Kepala Badan Manajemen Darurat Hawaii, mengatakan bahwa sangat penting bagi masyarakat untuk memahami arti nada sirine yang berbeda-beda ini.
Korut sejak beberapa bulan terakhir semakin mengintensifkan uji coba rudal balistik. Pada bulan September melakukan uji coba nuklir keenam kalinya.
Militer Korut baru-baru ini juga menguji rudal balistik antarbenua baru yang diklaimnya bisa menyerang di mana saja di daratan AS.
Sejumlah ahli mengatakan Hwasong-15 tampaknya mampu mengangkut hulu ledak nuklir, meskipun tidak jelas apakah Pyongyang belum mampu membuat senjata yang cukup kecil untuk dipasang pada sebuah rudal Nuklir.
Prediksinya sebuah rudal yang diluncurkan dari Korea Utara bisa menyerang Hawaii dalam waktu 20 menit setelah peluncuran Nuklir.
Kep Hawai sendiri merupakan tuan rumah markas militer Amerika Serikat untuk kawasan Asia Pasifik.
Nuklir Rudal balistik antarbenua (ICBM) teranyar yang diluncurkan Korea Utara pada 29 November, diperkirakan oleh para pakar memiliki kapabilitas untuk menjangkau ibu kota Washington DC, AS
Para Pakar menambahkan, misil itu juga diprediksi dapat menjangkau hampir sebagian besar wilayah Amerika Serikat.
Militer Korut menembakkan rudal melambung ke atas langit hingga setinggi 4.500 km dan kemudian mendarat di Laut Jepang, atau sekitar 1.000 km dari titik peluncuran awal nuklir.
"Pada Selama 50 menit, rudal terbang semakin tinggi. Bahkan, lebih tinggi dari rudal-rudal yang sebelumnya sudah mereka lakukan," kata Menteri Pertahanan AS.
Wright menyatana bahwa ICBM Korea Utara teranyar itu mampu menempuh jarak yang lebih jauh jika meluncur dalam jalur lintasan semi-horizontal lurus.
Dan Sementara itu, direktur biro Asia untuk firma konsultan Eurasia Group, sependapat dengan pernyataan Wright in.
"Kalau diluncurkan pada lintasan rata, misil itu bisa menempuh perjalanan hingga mencapai jarak sejauh 13.000 km. Jarak itu cukup untuk mencapai Washington DC," katanya.

Posting Komentar untuk "Provokasi Perang Nuklir Semakin Kuat, Kepulauan AS Siaga Terapkan Ini..."