Dahsyat, Hamas Akan Kobarkan Kembali Gerakan Ini, Jika Yerusalem Dijadikan Ibukota Israel
Militer Hamas Palestina mengancam akan menyerukan intifada baru jika Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, atau juga memindahkan kedutaannya ke kota sengketa ini.
Gerkakan Intifada adalah gerakan perlawanan masif rakyat Palestina terhadap Israel. Gerakan ini sudah terjadi beberapa kali selama konflik Israel dan Palestina berlangsung saat ini.
Kembalinya Ancaman Hamas ini muncul setelah Presiden Amerika, Donald Trump dilaporkan akan mengumumkan pengakuan itu pada pekan depan ini.
Zionis Israel saat ini ber-ibu kota di Tel Aviv, dan berambisi memindahkannya ke Yerusalem. Namun, rakyat Palestina sudah lama memimpikan kota tua yang jadi rumah bagi tempat suci agama Islam, Yahudi dan Kristen itu sebagai ibu kota masa depan negara semua golongan..
"Hamas memperingatkan agar tidak melakukan tindakan semacam itu dan meminta rakyat Palestina untuk menghidupkan kembali intifada jika keputusan-keputusan yang tidak adil di Yerusalem ini diadopsi,” Ucap Panglima Hamas
Sekaranag Status Yerusalem saat ini menjadi isu utama dalam konflik Israel-Palestina terus menerus.
"Jika Setiap keputusan Amerika untuk memindahkan kedutaannya akan ada serangan mencolok terhadap kota,” lanjut ancaman panglima Hamass.
Sementara itu, Kantor Presiden Palestina telah mengecam rencana AS tersebut karena akan menghancurkan proses perdamaian. Sebuah undang-undang di AS memerintahkan pemindahan keduataannya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Amanat UU itu sudah keluar sejak tahun 1995 M.
Tapi sejak undang-undang tersebut disahkan, pemerintah AS menunda pelaksanaannya dengan alasan pemindahan ibu kota itu akan membuat rakyat Palestina dan warga Arab marah dan juga tentunya muslim di seluruh dunia.
Gerkakan Intifada adalah gerakan perlawanan masif rakyat Palestina terhadap Israel. Gerakan ini sudah terjadi beberapa kali selama konflik Israel dan Palestina berlangsung saat ini.
Kembalinya Ancaman Hamas ini muncul setelah Presiden Amerika, Donald Trump dilaporkan akan mengumumkan pengakuan itu pada pekan depan ini.
Zionis Israel saat ini ber-ibu kota di Tel Aviv, dan berambisi memindahkannya ke Yerusalem. Namun, rakyat Palestina sudah lama memimpikan kota tua yang jadi rumah bagi tempat suci agama Islam, Yahudi dan Kristen itu sebagai ibu kota masa depan negara semua golongan..
"Hamas memperingatkan agar tidak melakukan tindakan semacam itu dan meminta rakyat Palestina untuk menghidupkan kembali intifada jika keputusan-keputusan yang tidak adil di Yerusalem ini diadopsi,” Ucap Panglima Hamas
Sekaranag Status Yerusalem saat ini menjadi isu utama dalam konflik Israel-Palestina terus menerus.
"Jika Setiap keputusan Amerika untuk memindahkan kedutaannya akan ada serangan mencolok terhadap kota,” lanjut ancaman panglima Hamass.
Sementara itu, Kantor Presiden Palestina telah mengecam rencana AS tersebut karena akan menghancurkan proses perdamaian. Sebuah undang-undang di AS memerintahkan pemindahan keduataannya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Amanat UU itu sudah keluar sejak tahun 1995 M.
Tapi sejak undang-undang tersebut disahkan, pemerintah AS menunda pelaksanaannya dengan alasan pemindahan ibu kota itu akan membuat rakyat Palestina dan warga Arab marah dan juga tentunya muslim di seluruh dunia.

Posting Komentar untuk "Dahsyat, Hamas Akan Kobarkan Kembali Gerakan Ini, Jika Yerusalem Dijadikan Ibukota Israel"