Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Prajurit TNI Yang Menyusup Ke Kapal Perang Malaysia Hingga Membuat Tentara Malaysia Gemetar

Kehebatan Militer Indonesia memang sudah tidak usah lagi dipertanyakan kehebatannya. Setiap ada event kejuaraan tentara antar negara-negara di dunia hampir dipastikan Militer Indonesia adalah salah satu jawaranya.


Kisah Prajurit TNI Yang Menyusup Ke Kapal Perang Malaysia Hingga Membuat Tentara Malaysia Gemetar

Salah satu kemampuan militer indonesia yang sejak dahulu diperhitungkan oleh para lawannya adalah kemampuan angkatan lautnya atau sering dikenal dengan marinir republik indonesia raya.



Bangsa Indonesia yang sejak dahulu dikenal sebagai negara maritim tentunya sudah menjadi keharusan untuk mempunyai kemampuan militer yang baik di angkatan laut biru. Prajurit Marinir Indonesia memiliki pasukan elit yang bernama Komando pasukan katak atau kopaska.

Ada yang mengatakan bahwa, kemampuan seorang prajurit Kopaska setara dengan kemampuan 24 orang TNI. Terlepas dari benar atau salah hal tersebut, memang harus diakui Marinir Indonesia memiliki sistem pendidikan prajurit salah satu yang paling baik di dunia sehingga sering dijadikan pedoman pendidikan tentara oleh bangsa-bangsa lain yang ada di beberapa negara.

Salah satu cerita nyata menarik tentang keberanian seorang marinir indonesia yang dengan gagah berani menyusup ke kapal patroli malaysia dan mengancam menembak kapten malaysia. Kisah ini bersumber dari twitter @motivator_tni yang dikelola oleh para anggota TNI. Dan dibawah ini kisahnya:

Saat terjadi konflik ambalat pertama ada cerita yang cukup menarik mengenai aksi tentara kita terhadap kapal patroli malaysia. ketika saat itu di perairan karang unarang ambalat, kita sedang membangun mercu suar sebagai bukti kedaulatan kita disana. Proyek pembangunan mercu suar tersebut tidaklah mudah mengingat kapal malaysia sering mengganggu jalannya pembangunan.

Perahu kapal perang malaysia sering dengan sering mendekati mercu suar lalu mengerem mendadak sehingga ombak cukup besar menghantam mercu suar. Perihal ini sangat menyulitkan para pekerja dalam menyelesaikan pembangunan mercusuar. Sebetulnya di mercusuar ada 2 tentara marinir yg berjaga dengan senjata lengkap dan posisi senjata diarahkan ke Kapal Patroli Malaysia itu. Tapi mereka tidak bisa berbuat banyak mengingat tidak ada perintah menembak kecuali kalau musuh menembak duluan.

Sudah pasti bisa dibayangkan betapa jengkelnya tentara kita melihat gangguan tersebut tanpa bisa berbuat apa-apa. Bahkan pekerjanya lihat ada TNI tapi tidak bisa berbuat apa-apa

Menengok para pekerja berbasah-basah dan nyaris jatuh ke laut terkena terjangan ombak kapal. Mereka berpikir kalau begini terus caranya kapan bisa selesai pembangunan mercu suar tersebut sementara mereka harus terus menjaga.

Sesudah kelelahan menganggu dengan ombak buatannya, Kapal Perang malaysia beristirahat di tengah laut dekat mercusuar. Selagi itu awak kapalnya tidur-tiduran dan duduk2 sambil baca koran di atas dek kapal perahu.

Namun kagetnya mereka tiba-tiba di atas kapal sudah berdiri 1 marinir dgn senjata mengarah ke mereka sambil membentak “siapa pemimpin disini”. Seseorang perwira kapal malaysia keluar dari kapal sambil mengangkat tangan “saya” jawabnya dengan sedikit gugup. “Pergi dari sini jauh jauh atau saya tembak” perintah Tentara kita. Tidak berpikir panjang Kapal Malaysia segera menjauh dari Mercu suar. Namun saat itu tentara kita langsung meloncat ke laut untuk kembali ke mercu suar, berarti berenang dengan bawa senjata ketika menyusup dan pergi meningalkan kapal perang Malingsia.

Saat insiden tersebut tidak ada lagi kapal malaysia berani mendekat Mercu suar, sehingga pembangunan bisa lebih cepat. Kejadian ini sempat jadi pembicaraan hangat di Kota Tarakan dan sempat diberitakan pada koran lokal. Meskipun insiden ini cukup beresiko tapi masyarakat di perbatasan cukup mengapresiasi keberanian prajurit marinir ini.
Ahmad
Ahmad Content Creator

Posting Komentar untuk "Kisah Prajurit TNI Yang Menyusup Ke Kapal Perang Malaysia Hingga Membuat Tentara Malaysia Gemetar"