Kisah Nyata TNI Akan Dimasak OPM Namun Yang Terjadi Diluar Dugaan
Segerombolan bersenjata menyandera dua anggota TNI di Enarotali, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua. Kedua anggota TNI yang disandera itu adalah Serda Lery, anggota Koramil Komopa dan Prada Sholeh, anggota Kostrad 303/Raider yang tengan bertugas di Pos Komopa Provinsi Papua
Panglima kodam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Fransen Siahaan mengakui jika dua anggota TNI yang bertugas di Enarotali disandera oleh kelompok bersenjata OPM
"Kami sudah mendapat laporan tentang dua anggota TNI yang disandera kelompok bersenjata di Enarotali," ujar Panglima kodam.
Menurut laporan yang diterima, peristiwa itu berawal saat kedua anggota itu bersama masyarakat lainnya berbelanja dengan menggunakan perahu motor. Mulanya ada satu warga sipil yang ikut disandera bersama anggota TNI, yakni Elda Sanadi yang bekerja sebagai guru di SD Inpres Kamopa namun saat ini sudah dilepaskan.
"Keterangan dilepasnya guru SD itu dari keluarganya yang mendapat telepon dari kelompok bersenjata," Menurut Siah44n.
Dia menjelaskan sesaat setelah menerima laporan itu komandan koramil setempat kembali menelepon ke nomor itu yang kemudian dijawab, "Kedua anggota TNI sudah dimasak".
"Respon kelompok bersenjata itu seakan mereka tidak memiliki iman", kata Panglima dandim.
Sang Jenderal bintang dua itu berharap, penyandera segera melepas kedua anggota TNI yang saat insiden tidak membawa senjata peluru.
Respon itu sempat menghebohkan media. Sejumlah media nasional menurunkan berita dimasaknya dua anggota TNI oleh Organisaai Papua Merdeka.
Petangnya sekitar pukul 21.00 WIT Brigadir Roni Ariks yang merupakan anak dari Elda Sanadi melaporkan bahwa ibunya sudah dilepaskan di Paniai Timur, Kampung Darauto
Sesudah itu ada yang melaporkan pula bahwa kedua anggota TNI tersebut telah berhasil meloloskan diri dari kelompok bersenjata. Tak dijelaskan lebih lanjut mengenai bagaimana cara kedua anggota TNI kabur, namun Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Fransen G Siahaan memastikan mereka telah bebas.
Panglima kodam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Fransen Siahaan mengakui jika dua anggota TNI yang bertugas di Enarotali disandera oleh kelompok bersenjata OPM
"Kami sudah mendapat laporan tentang dua anggota TNI yang disandera kelompok bersenjata di Enarotali," ujar Panglima kodam.
Menurut laporan yang diterima, peristiwa itu berawal saat kedua anggota itu bersama masyarakat lainnya berbelanja dengan menggunakan perahu motor. Mulanya ada satu warga sipil yang ikut disandera bersama anggota TNI, yakni Elda Sanadi yang bekerja sebagai guru di SD Inpres Kamopa namun saat ini sudah dilepaskan.
"Keterangan dilepasnya guru SD itu dari keluarganya yang mendapat telepon dari kelompok bersenjata," Menurut Siah44n.
Dia menjelaskan sesaat setelah menerima laporan itu komandan koramil setempat kembali menelepon ke nomor itu yang kemudian dijawab, "Kedua anggota TNI sudah dimasak".
"Respon kelompok bersenjata itu seakan mereka tidak memiliki iman", kata Panglima dandim.
Sang Jenderal bintang dua itu berharap, penyandera segera melepas kedua anggota TNI yang saat insiden tidak membawa senjata peluru.
Respon itu sempat menghebohkan media. Sejumlah media nasional menurunkan berita dimasaknya dua anggota TNI oleh Organisaai Papua Merdeka.
Petangnya sekitar pukul 21.00 WIT Brigadir Roni Ariks yang merupakan anak dari Elda Sanadi melaporkan bahwa ibunya sudah dilepaskan di Paniai Timur, Kampung Darauto
Sesudah itu ada yang melaporkan pula bahwa kedua anggota TNI tersebut telah berhasil meloloskan diri dari kelompok bersenjata. Tak dijelaskan lebih lanjut mengenai bagaimana cara kedua anggota TNI kabur, namun Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Fransen G Siahaan memastikan mereka telah bebas.

Posting Komentar untuk "Kisah Nyata TNI Akan Dimasak OPM Namun Yang Terjadi Diluar Dugaan"