Mengejutkan, Ini Jawaban Kim Jong Un Mengenai Palestina
Tindakan Presiden Amerika Serikat yaitu Donald Trump, yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, menuai kecaman di muka bumi.
Negara Korea Utara ( Korut), yang notabene merupakan musuh AS, juga tidak ketinggalan mengecam langkah politik presiden yg berusia 71 tahun ini.
Dengan Melalui kantor beritanya KCNA, seperti dilansir AFP Pyongyang menyatakan tidak terkejut dengan aksi Trump yang mereka sebut sebagai dotard atau "orang tua yang punya penyakit mental otak".
"Oorang tua berpenyakit mental ini sudah sering menyerukan kehancuran di negara anggota PBB yang berdaulat," sindir Korut
Negara Korut melanjutkan, pengakuan ini telah menunjukkan siapa sesungguhnya yang bisa dianggap sebagai penghancur kedamaian dan keamanan dunia dan perusuh sebenarnya.
Ibukota Pyongyang korut menegaskan dukungannnya,, bahwa Yerusalem bukanlah milik Israel, dan mereka bersama rakyat Palestina yang tengah memperjuangkan legitimasi negara mereka yang selama ini ditindas.
"Dan Selamanya, dunia bakal mengingat keputusan AS yang sangat gegabah dan jahat ini," kata Korut.
Pada Sejak Trump menjabat sebagai presiden mulai Januari, dirinya sering terlibat perang kata-kata dengan Pyongyang Korut.
Kalau Korut menyebut Trump sebagai orang tua yang punya penyakit mental, sementara itu Trump menyindir Jong Un sebagai "Si Pria Roket kecil".
Presiden Trump juga berulang kali mengancam Pyonyang bahwa dia bakal menyerang sehingga negara itu "jatuh ke dalam lautan api" sebagai bentuk mempertahankan diri dan dunia.

Negara Korea Utara ( Korut), yang notabene merupakan musuh AS, juga tidak ketinggalan mengecam langkah politik presiden yg berusia 71 tahun ini.
Dengan Melalui kantor beritanya KCNA, seperti dilansir AFP Pyongyang menyatakan tidak terkejut dengan aksi Trump yang mereka sebut sebagai dotard atau "orang tua yang punya penyakit mental otak".
"Oorang tua berpenyakit mental ini sudah sering menyerukan kehancuran di negara anggota PBB yang berdaulat," sindir Korut
Negara Korut melanjutkan, pengakuan ini telah menunjukkan siapa sesungguhnya yang bisa dianggap sebagai penghancur kedamaian dan keamanan dunia dan perusuh sebenarnya.
Ibukota Pyongyang korut menegaskan dukungannnya,, bahwa Yerusalem bukanlah milik Israel, dan mereka bersama rakyat Palestina yang tengah memperjuangkan legitimasi negara mereka yang selama ini ditindas.
"Dan Selamanya, dunia bakal mengingat keputusan AS yang sangat gegabah dan jahat ini," kata Korut.
Pada Sejak Trump menjabat sebagai presiden mulai Januari, dirinya sering terlibat perang kata-kata dengan Pyongyang Korut.
Kalau Korut menyebut Trump sebagai orang tua yang punya penyakit mental, sementara itu Trump menyindir Jong Un sebagai "Si Pria Roket kecil".
Presiden Trump juga berulang kali mengancam Pyonyang bahwa dia bakal menyerang sehingga negara itu "jatuh ke dalam lautan api" sebagai bentuk mempertahankan diri dan dunia.
Posting Komentar untuk "Mengejutkan, Ini Jawaban Kim Jong Un Mengenai Palestina"